Tuesday, 26 July 2011

Diabetes Makin Mengganas

Permasalahan penyakit diabetes di Indonesia ibarat fenomena gunung es. Dari waktu ke waktu, jumlah penderita diabetes cenderung terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, tercatat sebanyak 12,5 juta jiwa masyarakat Indonesia terkena diabetes. Prevalensinya diperkirakan akan terus meningkat, bahkan mencapai hingga dua kali lipat dalam kurun beberapa tahun ke depan.

Diperkirakan pada tahun 2030, kurang lebih 21,3 juta jiwa akan menderita diabetes. Peningkatan jumlah penderita bukan hanya dari kelompok diabetes tipe 1, yang biasa mulai menyerang  usia di bawah usia 30 termasuk anak-anak, dan diabetes tipe 2 yang jumlahnya paling banyak saat ini dan lebih sering terjadi pada usia lanjut.
Namun, yang justru dikhawatirkan adalah mereka yang termasuk dalam kelompok pradiabetes. Pasalnya, sampai sekarang belum diketahui secara pasti jumlah mereka. Dan diduga akan jauh lebih banyak dibandingkan kelompok diabetes. Oleh karena itu, kita harus benar-benar menjaga kadar gula darah. Jangan lebih dari 140 mg/dL kalau lebih masuknya pradiabetes.

Akibat perubahan gaya hidup, makin banyak warga perkotaan yang mengidap diabetes tipe 2 dalam usia relatif muda. Pada tahap awal, kehadiran diabetes tak langsung disadari karena tidak munculnya gejala khusus yang mengganggu. Gejala baru akan muncul bila kondisi diabetes sudah cukup serius.

Umumnya, diabetes akan disertai dengan adanya komplikasi penyakit lain, seperti dislipidemia (gangguan metabolisme lemak),  makrovaskuler (penumpukan lemak), neuropati (gangguan sel-sel saraf), dan rentan infeksi (terganggunya fungsi imunitas).  Ada beberapa faktor risiko penyebab diabetes, di antaranya, keturunan, pola makan, malas olahraga, rokok, minum alkohol, dan stres.

Biaya Besar
Peningkatan prevalensi diabetes juga dipastikan menimbulkan beban yang besar bagi masyarakat. Pasalnya, pengobatan untuk mengendalikan diabetes tidaklah murah. Estimasi biaya yang harus dikeluarkan oleh penderita diabetes setiap tahun bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Konsultasi dokter bisa mencapai kisaran Rp 1-2 juta/tahun, obat-obatan Rp 1-2 juta, makanan tambahan Rp 950 ribu/bulan, operasi katarak Rp 15-20 juta, cuci darah Rp 50-60 juta, stroke Rp 40-50 juta, serangan jantung Rp 60-80 juta dan amputasi Rp 130-150 juta.

Oleh karena itu, masyarakat harus berdamai dengan glukosa mulai sekarang. Kenapa istilahnya harus berdamai? Repotnya adalah karena glukosa itu gula. Di mana sel butuh glukosa untuk dibentuk menjadi tenaga. Kalau Anda tidak makan glukosa, akan lemas. Tapi kalau kelebihan, juga akan membahayakan.

Yang Murah dan Ampuh Kelola Diabetes
Tubuh memerlukan insulin untuk mengubah gula dalam darah menjadi energi. Ketika jumlah insulin dalam tubuh menurun, kadar gula dalam darah pun meningkat. Untuk itu, pankreas yang sehat adalah faktor utama yang memenuhi kebutuhan tubuh akan insulin.


Produk yang memiliki kemampuan menjaga pankreas Anda sekaligus menjadi sumber energi tanpa mengusik insulin adalah produk perlebahan. Madu siapapun pasti akan menyatakan bahwa produk ini aman bagi siapapun, termasuk penderita diabetes. Untuk itu, HDI Clover Honey jawabannya. Sebab selain aman sebagai sumber energi, ia juga membantu mengatasi luka, mencegah infeksi akibat bakteri, meredakan inflamasi dan mempercepat regenerasi sel kulit.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pangkal masalah dari DM adalah rusaknya sel-sel pankreas sehingga produksi insulin terganggu. Diabetes Mellitus (kencing manis) terjadi akibat gangguan produksi atau gangguan penggunaan insulin, yaitu hormon untuk mengubah gula, karbohidrat, dan zat lain menjadi energi. Maka dari itu, perbaikan sel-sel perlu diperhatikan dalam mengelola DM.

Jawaban dari perawatan pancreas ada pada HDI Bee Propolis, HDI Royal Jelly dan HDI Pollenergy 520. Ketiganya memiliki kandungan propolis yang sudah terbukti secara ilmiah memiliki antioksidan yang tinggi. Sebagaimana kita tahu antioksidan sangat penting melawan radikal bebas pemicu rusak dan matinya sel dalam tubuh kita. Selain itu, kemampuan kandungan hormon, enzim dan vitamin dalam HDI Royal Jelly terbukti mampu mempertahankan sekaligus memperbaiki sel-sel rusak.

Sementara itu, HDI Pollenergy 520 sangat penting bagi kebugaran tubuh. Produk ini memiliki kandungan pollen. Pollen sendiri dikenal memiliki 200 lebih jenis nutrisi yang alami sehingga aman bagi penderita DM. Selain itu, pollen memiliki kandungan zat yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat yang jika diderita pederita DM sudah pasti sangat membahayakan.

Selain merawat dari dalam, perawatan dari luar pun harus ditingkatkan. Sebagaimana kita tahu, penderita diabetes mellitus sangat berbahaya jika terluka. Oleh karena itu HDI menghadirkan HDI Aloe Propolis Cream. Produk ini sangat baik untuk pengobatan luka apapun. Kandungan propolis dan aloe vera di dalamnya sangat baik untuk proses penyembuhan.

Jika bisa, jangan sampai Anda terhitung sebagai penderita. Namun jika sudah menderita, kelola dengan bijak melalui HDI Four Stars.

No comments: