Wednesday, 17 August 2011

Persentase Stroke Wanita Hamil Terus Meningkat

Jumlah pnderita stroke di kalangan wanita hamil dan baru melahirkan kian meningkat, demikian ungkap sebuah riset yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention.

Antara tahun 1994-1995 dan 2006-2007, persentasi perempuan hamil yang dirawat akibat stroke adalah 47%, sedangkan persentase perempuan baru melahirkan dan terkena stroke setelah tiga bulan melahirkan meningkat menjadi 83%. Jumlah keseluruhan dari mereka yang dirawat karena stroke meningkat 54% selama periode di atas.

“Ini sebuah peringatan kecil,” ujar pemimpin penelitian tersebut, Elena Kuklina. “Hal ini mengingatkan kita untuk berusaha sebaik mungkin memelihara (diri sendiri) sebelum dan selama hamil.”

Jumlah absolute perempuan hamil dan melahirkan terkena stroke masih sedikit, kini, ada pada angka 0,22 penderita (meningkat dari 0,15) dari 1.000 perempuan melahirkan. Kulkina mengingatkan bahwa stroke adalah kondisi yang jarang terjadi pada wanita, namun hasil temuan tersebut mengingatkan kita akan adanya resiko tertentu pada populasi tertentu. “(Hasil riset ini) mengingatkan kita bahwa stroke dapat menyerang meski usia kita muda dan resiko ini terutama pada perempuan hamil,” ujarnya.

Tim yang dipimpin Kuklina menelaah data yang dirilis oleh rumah sakit mengenai enam tipe dari stroke: pendarahan subaraknoid, perdarahan intraserebral, stroke iskemik, serangan sementara, trombosis vena iskemik serebral dan stroke yang tidak teridentifikasi. Peningakatan risiko terkena stroke, para peneliti menemukan, kian tinggi jika perempuan hamil tersebut memiliki faktor risiko stroke yang lainnya, semisal tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes.

Sebagai contoh, banyak perempuan yang dirawat karena stroke setelah melahirkan memiliki tekanan darah yang tinggi, dari data 2006-2007, dibandingkan dengan saat ini. Faktanya, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung dihitung sebagai faktor yang sangat umum yang meningkatkan risiko terkena stroke setelah melahirkan.

Yang belum jelas adalah apakah hamil akan meningkatkan risiko terkena stroke pada perempuan sehat tanpa faktor risiko yang lainnya. “Belum ada informasi yang cukup untuk menyimpulkan bahwa perempuan hamil tanpa faktor risiko lainnya akan meningkatkan risiko komplikasi,” ujar Kuklina.

Para peneliti mengakui bahwa ada beberapa hal yang membatasi penelitian mereka: mereka tidak dapat menentukan, contohnya, apakah para perempuan yang telah menjalani perawatan stroke selama masa penelitian mengalami serangan yang berulang; hal tersebut termasuk perawatan secara keseluruhan. Selain itu, mereka memperkirakan jumlah stroke rawat inap selama periode postpartum mungkin telah dipengaruhi oleh fakta bahwa mereka menggunakan kode diagnostik, bukan review penuh dari catatan medis, untuk mengidentifikasi penyakit lain dan stroke.

Meskipun masih sebatas peringatan, Kuklina mendesak semua wanita - apakah hamil atau masih dalam perencanaan untuk hamil - untuk mengambil tindakan yang dibutuhkan guna mencegah masalah kesehatan umumnya berkaitan dengan stroke. Rekomendasi yang langsung dan telah akrab di telinga antara lain:
  • Konsumsi makanan rendah lemak, sendah sodium, dan berserat tinggi.
  • Jagalah kesehatan dan berat badan
  • Tetaplah aktif bergerak
  • Jangan pernah merokok!
Perempuan yang menderita penyakit kronis semacam penyakit jantung atau diabetes sudah seharusnya memulai perawatan jauh-jauh hari guna menghadapi kehamilan, ujar Kuklina. Saat berat badan bertambah meski sedikit, tetaplah proaktif untuk “megurangi berat badan sebelum hamil,” tambahnya. Ingat bahwa “seseorang yang pernah terkena stroke berpotensi mengalami pengulangan,” lanjut Kuklina, perempuan harus bijak dalam mengikuti berbagai peraturan guna menjaga kesehatan jangka panjang.

Penelitian ini telah dipublikasikan di media khusus stroke, Stroke: Journal of the American Heart Association.

Agar Anda terhindar dari resiko strokte selama kehamilan, selalu gunakan produk-produk perlebahan seperti clover honey, bee pollen, bee propolis dan royal jelly liquid. Semoga Anda semua selalu sehat dan bahagia.

No comments: