Saturday, 6 August 2011

Steven Johnson Syndrome

Kamis, 10 Agustus 2006 mata saya merah dan sedikit sakit rasanya. Kemdian saya membeli obat mata di toko obat, berupa antibiotik dan anti radang. Kurang lebih satu jam kemudian, saya minum larutan penyegar panas dalam. Beberapa waktu kemudian, muncul bintik-bintik di kulit. Oleh ibu, saya dianjurkan makan buah nangka, karena dikira sedang menderita sariawan.

Keadaan saya tidak juga membaik, bahkan sempat pingsan. Keluarga saya segera membawa ke UGD terdekat. Belum genap sehari di sana, keadaan saya semakin buruk. Kulit tubuh saya dari pinggang ke atas melepuh seperti luka bakar. Demikian juga di daerah mulut dan mata. Saya pun menjadi sulit bernafas dan tidak bisa menelan apa pun, karena mulut yang melepuh hingga ke rongga dalam.

Karena keadaannya semakin memburuk, akhirnya saya dirujuk ke Rumah Sakit Umum. Di RSU, dokter mendiagnosis saya terkena Steven Johnson Syndrom atau reaksi tubuh yang berlebihan terhadap suatu zat/obat. Dokter juga memperkirakan bahwa saya harus menjalani rawat inap minimal 1 bulan lamanya.

Terapi yang dilakukan hanya melalui cairan infus, injeksi antibiotik, dan injeksi untuk mengurangi efek nyeri lambung, yang disebabkan karena saya tidak dapat menelan makanan apa pun termasuk air minum.

Baru pada hari ke-3 saya menggunakan produk HD, berupa Clover Honey, Herbal Throat Spray, dan Aloe Propolis Cream.
  • Aloe Propolis Cream dioleskan sehari sekali
  • Herbal Throat Spray disemprotkan sesering mungkin
  • Clover Honey sebanyak mungkin dikonsumsi, karena saya sama sekali tidak makan dan minum apapun.
Setelah 7 hari, Kulit saya sudah mulai mengelupas. Pada hari ke-10 saya baru mulai bisa makan halus dan tepat pada hari ke-14, saya bisa pulang ke rumah. Bahkan saya telah memberikan kesaksian pada acara BEST September 2006 yang lalu. Terima kasih HD.

No comments: