Wednesday, 14 December 2011

Faktor Pemicu Infertilitas Pada Pria


“Infertilitas,” kata ini seolah-olah hanya milik perempuan, bukankah demikian dalam benak kita? Hal ini membuat pasangan “lupa akan keinginan memiliki bayi” karena istri terlalu sibuk di klinik kesuburan. Tentu saja hal ini salah. Infertilitas adalah masalah pasangan, dan sebagaimana artikel yang dimuat Wall Street Journal, setiap pasangan jarang mengungkapkan masalah mereka kecuali jika mereka mengalami kesuksesan.

Infertilitas menimpa pria dan wanita dalam jumlah yang sama. Hanya saja masalah kesuburan perempuan terkadang hanya karena minimnya kesempatan – sekitar 400 pembuahan terjadi lebih dalam kurun waktu 30 tahun lebih dan itu bisa saja gagal – sementara itu, masalah kesuburan pada pria bisa seumur hidup atau tercipta karena gaya hidup.


Ini adalah fakta: Dalam kurun lima puluh tahun terakhir, kesuburan pada pria mengalami penurunan. Kini, Anda hanya memiliki separuh dari kesuburan para pria yang hidup di era 1960-an. Kesuburan pria mengalami penurunan secara terus-menerus sekitar dua persen setiap tahunnya.

Sekitar 1 dari 10 pasangan warga Amerika yang masih dalam masa produktif mengalami gejala infertilitas yang tak teridentifikasi.

Secara umum, catatan mengatakan bahwa ketika suatu pasangan mengalami infertilitas, sepertiga kasus dinyatakan merupakan masalah perempuan, sepertiga lainnya dinyatakan masalah diduga ada pada pria dan ketiga kalinya mungkin saja berbeda dari kesimpulan sebelumnya. Dalam sebuah penelitian di Inggris,  dari 708 pasangan ketidaksempurnaan pada sperma adalah penyebab infertilitas paling umum.

Jadi apakah yang menyebabkan melambat, berhenti atau matinya kecepatan pada sperma? Kehidupan jawabannya. Penyebab infertilitas pada pria bisa karena genetic, tetapi juga bisa disebabkan oleh gaya hidup. Kita semua telah mendengar air panas dapat menyebabkan infertilitas, lebih jelasnya inilah beberapa hal yang mungkin menjadi musuh dari sperma yang belum Anda ketahui :

Kelainan Genetik
Mutasi genetic yang menyebabkan berpindahnya pelindung karbohidrat yang ada disekitar sperma menyebabkan sprema jadi lambat. Jika pria mendapatkan dua salinan gen mutan –n satu dari sang ayah dan satunya lagi dari sang ibu – mereka memiliki banyak masalah terkait ketidakmampuan menghamili perempuan.

Obesitas
Obesitas menjadikan efek yang tidak sehat bagi setiap sel dalam tubuh.

Pekerjaan
Pelukis, pekerja di percetakan, tukang las, tukang bangunan, sopir, dan beberapa pekerja kantor dapat memiliki jumlah sperma rendah karena suhu skrotum meningkat dan / atau terlalu lama duduk.

Penyalahgunaan alkohol
Alkoholik memiliki 30 persen lebih sedikit sel normal dalam spermanya.

Masalah seksual seperti ejakulasi dini
Jika sperma tersebut tidak mampu mencapai saluran, mereka tidak akan menemukan sel telur untuk dibuahi

Perokok
Salah satu efek negative terbesar perokok adalah berkurangnya pergerakan sperma.

Kurangnya nutrisi
Anda membutuhkan banyak vitamin C, zinc, vitamin E, dan betakarotin agar memiliki sperma yang sehat.

Terpapar racun
Racun, seperti pestisida dan biang cat (dengarkanlah wahai para pekerja perkebunan, petani dan pelukis), dapat merusak sperma.

Pemakaian mariyuana dan narkoba lainnya
Narkoba mengurangi jumlah sperma dan volumenya. Sebagai tambahan, sperma dari pecandu Mariyuana cepat sekali mati dan lambat.

Laptop
Yah, sebaiknya namanya diubah menjadi table-tops (pemanas portable), karena benda ini adalah aksesoris penghangat sperma favorit warga Amerika, dengan kemampuan menghangatkan hingga dua derajat hanya dalam satu jam.

No comments :