Wednesday, 7 March 2012

WASPADA OSTEOPOROSIS

Penyakit osteoporosis selama ini memang identik diderita oleh kalangan usia lanjut. Namun, ini bukan berarti semakin tua usia seseorang semakin mudah pula mereka menderita osteoporosis. 

Osteoporosis itu bukan penyakit tua. Memang lebih banyak diderita pada orang tua, tapi penyakit ini bisa dicegah. Osteoporosis sering disebut sebagai silent disease. Si penderita biasanya tidak merasakan nyeri atau gejala apa pun sampai pada akhirnya mengalami patah tulang.

Berdasarkan data Puslitbang Gizi Departemen Kesehatan dan Persatuan Osteoporosis Indonesia (Perosi), perempuan memiliki angka kejadian lebih tinggi mengalami osteoporosis ketimbang laki-laki. Bahkan, diperkirakan pada 2015 jumlah perempuan dengan osteoporosis di Indonesia meningkat menjadi 24 juta orang.

Kalsium saja tak cukup
Selama ini, masih banyak warga yang beranggapan, kalau sudah mengonsumsi kalsium, maka dapat dipastikan bebas dari ancaman osteoporosis. Padahal, walaupun konsumsi kalsium tinggi, tapi kalau tidak diimbangi makan sayur dan buah tidak akan efektif karena buah dan sayur sangat diperlukan untuk metabolisme. Intinya, tubuh memerlukan bahan lain agar kalsium bisa diserap tulang.

Asupan kalsium orang Indonesia saat ini masih sangat rendah dibandingkan dengan jumlah yang dianjurkan. Rata-rata orang dewasa di Indonesia baru memenuhi asupan kalsium sebesar 270-300 mg per hari, padahal jumlah yang dianjurkan menurut standar internasional adalah 1000-1200 mg per hari.

Untuk memenuhi asupan kalsium, tidak harus selalu dengan mengonsumsi susu saja karena masih banyak makanan sumber kalsium lain seperti ikan teri dan kacang-kacangan.
Dalam mencegah osteoporosis, pemenuhan gizi saja tidak cukup tanpa dibarengi latihan fisik, paparan sinar matahari yang cukup, serta yang paling penting stop merokok.
Kebanyakan orang belum sadar bahwa rokok juga dapat menjadi salah satu faktor pencetus keroposnya tulang. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan, kandungan tar dan nikotin dapat sangat mengganggu metabolisme penyerapan dari kalsium.

Optimalkan Kemampuan Menyerap Kalsium
Agar kalsium terserap sempurna, maka gunakanlah HDI Royal Jelly dan HDI Dynamic Trio + Glucosamine Sulphate. Keduanya terbukti mampu memperbaiki kualitas tulang dan jaringannya.
Royal jelly dapat membantu mencegah terjadinya osteoporosis dengan cara membantu meningkatkan kemampuan tulang menyerap kalsium serta menstimulasi pembentukan tulang sehingga dapat mencegah terjadinya penurunan kepadatan tulang.

Hal ini karena HDI Royal Jelly memiliki mineral dan enzim yang dibutuhkan tubuh untuk menyerap kalsium secara maksimal. Bahkan, royal jelly sendiri memiliki zat-sat yang dibutuhkan tulang seperti fosfor, kalsium, dan belerang.
Untuk kian memaksimalkan fungsi tulang Anda, konsumsi HDI Dynamic Trio + Glucosamine Sulphate. HDI Dynamic Trio + Glucosamine Sulphate kaya akan kandungan glucosamine sulphate, chondroitin dan MSM. 

Penelitian telah membuktikan bahwa glucosamine sulphate ,chondroitin dan MSM dapat mengurangi nyeri sendi hingga 39% dan memperbaiki pergerakan sendi hingga 27% setelah pengunaan selama 12 minggu. Sebuah penelitian lain juga telah membuktikan bahwa glucosamine sulphate dapat membantu mengatasi gejala seperti rasa nyeri dan kaku pada persendian.

HDI Dynamic Trio + Glucosamine Sulphate dapat membantu tubuh membentuk jaringan ikat. Juga membantu dalam pembentukan tendon, ligamen, kartilago dan cairan synovial (sendi). Glucosamine sulphate dan chondroitin diserap melalui saluran pencernaan dan keduanya membantu meningkatkan pembentukan jaringan ikat pada kartilago. Selain itu juga membantu meningkatkan kemampuan kartilago dalam memperbaiki dan regenerasi dengan cara meningkatkan kemampuan kartilago dalam mengatasi tekanan.

Glucosamine sulphate adalah amino sakarida yang berfungsi sebagai substrat untuk biosintesa rantai glikosaminoglikan, dan untuk pembentukan agrekan dan kartilago. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas glucosamine sulphate sama seperti ibuprofen (anti-radang yang digunakan untuk meredakan nyeri, kelelahan, peradangan, dan rasa kaku yang disebabkan oleh arthritis dan gout/asam urat) dalam meredakan gejala-gejala osteoarthritis.

No comments :